Dibalik Bisnis Pinjaman Online Ilegal di Indonesia

Dibalik Bisnis Pinjaman Online Ilegal di Indonesia post thumbnail image

Baru-baru ini, Satuan Tugas Waspada Investigasi OJK menduga adanya keterlibatan mafia di balik perusahaan pinjaman online ilegal di Indonesia. Hal ini diduga karena adanya keterlibatan server dari luar negeri. 

Tongam L Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investigasi menduga adanya dukungan dari mafia internasional yang terorganisir di balik perusahaan pinjaman online ilegal. Contohnya mafia Rusia, India, dan kelompok lainnya. Hal ini dilakukan demi meraup keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat, khususnya di masa pandemi ini. 

Selain itu, Satgas Waspada Investigasi juga menduga adanya praktik pencucian uang oleh pinjaman online tanpa ojk. Tongam menuturkan bahwa mereka merupakan penghubung antara pemberi dana dengan peminjam. 

Hingga 2020, sebanyak 2.591 pinjaman online ilegal telah diblokir oleh Satgas OJK. Ditambah lagi, adanya pandemi COVID19 membuat perusahaan pinjaman online ilegal terus bermunculan dengan memanfaatkan keadaan ekonomi masyarakat yang tengah melemah akibat adanya pandemi. 

Terlebih lagi, pinjaman yang diajukan oleh masyarakat kepada lembaga keuangan ilegal tersebut relatif kecil. Sehingga, ketika mereka mendapat tagihan pinjaman, mereka mencari pinjaman online cepat lainnya untuk menutupi hutangnya.

Modus Pinjaman Online Ilegal di Tengah Pandemi

pinjaman online cepat cair

Walaupun banyak perusahaan pinjaman tanpa izin yang telah diblokir, Tongam menuturkan bahwa keberadaan pinjaman online ilegal tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Hal ini karena mereka dapat selalu membuat akun baru dengan mudah. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar selalu waspada, terutama di masa pandemi ini.  

Tongam menuturkan bahwa ada modus yang umum dilakukan oleh oknum ilegal tersebut. Yaitu, menawarkan keuntungan besar yang tidak masuk akal. Contohnya bunga yang kecil, namun tanpa syarat yang ketat. Padahal, pinjaman online yang terdaftar di OJK selalu meminta agar Anda mengajukan data yang lengkap sebelum menyetujui pinjaman Anda. 

Masyarakat dihimbau untuk selalu crosscheck apakah perusahaan pembiayaan yang mereka tuju telah terdaftar dan memiliki izin dari OJK. Tongam juga mengingatkan masyarakat bahwa mereka yang kasusnya telah ditindaklanjuti tidak bisa mendapatkan pengembalian dana 100%. Hal ini karena dana yang ada telah disalurkan untuk kegiatan yang tidak produktif. Sehingga, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dengan segala tawaran yang ada. 

Oleh karena itu, bagi Anda yang mendapat tawaran pinjaman dana, pastikan untuk tidak gegabah dan tetap waspada. Selalu crosscheck perizinan dan reputasi lembaga keuangan terkait. Apabila Anda mendapat teror dari penyedia pinjaman ilegal, disarankan untuk segera melapor kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.