Relaksasi Pembiayaan Usaha Bantu UMKM Usaha Online

Relaksasi Pembiayaan Usaha Bantu UMKM Usaha Online post thumbnail image

Penurunan pendapatan yang diakibatkan oleh pandemi COVID19 membuat sejumlah nasabah mengajukan relaksasi kredit. Termasuk para pelaku UMKM yang sebelumnya sempat mengajukan pembiayaan usaha. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical. Salah satu persyaratan relaksasi kredit adalah untuk mereka yang berprofesi pekerja harian, pekerja lepas dan pelaku UMKM. 

Sejumlah pelaku UMKM yang telah mendapat relaksasi pembiayaan usaha mengaku bahwa kebijakan tersebut sangat membantu mereka dalam masa seperti ini. Relaksasi kredit sendiri bisa diberikan dalam bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, konversi kredit menjadi Penyertaan Modal Sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan yang diberlakukan oleh lembaga keuangan terkait. Hingga pertengahan April 2020, lebih dari 300.000 debitur telah mendapat keringanan melalui relaksasi kredit yang membantu mereka bertahan dalam tekanan ekonomi.

Sesuai dengan peraturan OJK, relaksasi kredit ini bukan berarti kewajiban kredit mereka hilang begitu saja. Dengan adanya kelonggaran yang diberlakukan, para debitur yang pelunasan kewajiban kreditnya terhambat karena pandemi ini bisa melunasi kewajibannya dengan lancar seperti sebelum pandemi. 

Adanya keringanan ini juga dapat membantu mereka untuk mengalihkan bisnis mereka dalam bentuk online. Para pelaku UMKM bisa meraih pendapatan sementara melalui platform online hingga situasi kembali normal. 

Hadi Kuncoro selaku founder dan CEO PowerCommerce Asia menuturkan bahwa semakin banyak pelaku bisnis rumahan dan UMKM yang mengalihkan bisnis mereka menjadi bisnis digital, terutama di e-commerce. Hal ini karena permintaan kebutuhan masyarakat yang meningkat karena pandemi ini. Terlebih lagi, kecepatan digital seperti media sosial, messenger dan lain sebagainya juga mendukung peralihan ini. 

Tips Berbisnis Melalui Platform Digital

pembiayaan multiguna

Nah, apabila Anda berniat mendapat penghasilan secara online atau mengalihkan bisnis Anda menjadi berbasis digital. Berikut tips yang bisa Anda terapkan agar bisnis Anda bisa meraih keuntungan yang lebih maksimal. 

Manfaatkan Marketplace dan Media Sosial

Untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas, Anda bisa memanfaatkan media sosial. Contohnya facebook, twitter, dan aplikasi chatting. Anda juga bisa mendaftarkan produk Anda di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee. Proses pendaftarannya cukup mudah dan Anda bisa bertransaksi lebih aman dan nyaman. Dengan adanya marketplace dan media sosial, Anda bisa bertransaksi tanpa terbatas waktu atau jarak. 

Pahami Perilaku Konsumen Anda

Melalui platform digital, Anda juga bisa memahami perilaku konsumen Anda. Contohnya apa yang mereka butuhkan, tren barang yang sedang populer, dan lain sebagainya. Anda bisa melihat apa yang diinginkan konsumen Anda melalui forum atau media sosial. Tentunya, kebutuhan yang dicari oleh masyarakat meningkat, mengingat dalam pandemi ini banyak kebutuhan yang harus disediakan untuk tinggal di rumah. 

Nah, semoga tips diatas dapat membantu Anda untuk berbisnis melalui platform digital, ya.