Pinjaman

Apa Dampak New Normal Terhadap Pembiayaan Multiguna?

pembiayaan multiguna

Pandemi virus COVID19 telah berimbas kepada sektor ekonomi secara global, termasuk Indonesia. Setelah beberapa bulan, pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia untuk memasuki era normal yang baru atau dikenal juga dengan new normal. Dengan kata lain, masyarakat dipersiapkan agar dapat beradaptasi dengan tatanan hidup yang baru untuk menghadapi pandemi virus Corona. Tentunya, kebijakan ini turut mempengaruhi sektor ekonomi. Termasuk industri pembiayaan multiguna dan perbankan. 

Hal ini bisa menjadi kabar baik bagi keadaan perekonomian Indonesia. Namun, menurut Yusuf Rendy Manilet selaku Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), hal ini kembali lagi kepada kesiapan masyarakat Indonesia untuk hidup berdampingan dengan virus Corona. Apabila masyarakat belum siap, hal ini malah bisa menjadi pemicu gelombang kedua COVID19 dan menambah kasus baru. Di sisi lain, kegiatan lockdown terus menerus juga akan berdampak buruk bagi ekonomi. Sehingga, sebagai jalan tengah, pemerintah akan melonggarkan kebijakan PSBB dalam waktu dekat; yang menjadi awal era new normal. 

Era new normal ini juga harus dibarengi dengan pola tatanan hidup baru yang bisa mencegah pelonjakan kasus baru COVID19. Termasuk pola hidup sehat. Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, era new normal tidak akan bisa mengembalikan ekonomi dan pola hidup menjadi kondisi normal seperti belum ada wabah Corona. Namun setidaknya ekonomi tidak terus menerus terpuruk.

Lebih lanjut lagi, Piter menuturkan bahwa tolak ukur keberhasilan new normal bukanlah ekonomi dan pola hidup yang kembali ke posisi sebelum ada Corona. Tolak ukur keberhasilannya adalah kesiapan masyarakat beraktivitas dengan menerapkan pola hidup baru; yaitu mengikuti protokol kesehatan.

Dengan demikian, penyebaran wabah bisa terkendali dan ekonomi bisa berjalan kembali secara bertahap. Apabila penerapan ini berhasil, efeknya diprediksi baru akan terlihat di triwulan ke III. 

Adakah Dampaknya Terhadap Perusahaan Pembiayaan Multiguna?

pembiayaan adalah

Menurut beberapa ekonom, protokol new normal diprediksi akan berimbas baik terhadap pelayanan pelaku industri pembiayaan multiguna dan perbankan. Menurut Piter, industri perbankan akan lebih mengutamakan strategi peningkatan efisiensi. Setidaknya dengan mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu, seperti biaya operasional maupun non operasional.

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani menuturkan bahwa protokol new normal akan berdampak baik bagi lembaga keuangan. Baik dari sisi pelayanan maupun kinerja sektor riil yang tengah tertahan oleh kebijakan PSBB. Walau demikian, kinerja operasional diperkirakan masih akan tertahan hingga akhir tahun. Salah satu faktor penyebabnya adalah permintaan restrukturisasi kredit pada beberapa bulan terakhir ini. Selain itu, pandemi ini juga berdampak pada kinerja pelaku UMKM. Hal ini menimbulkan efek domino yang cukup signifikan terhadap likuiditas dan kinerja lembaga keuangan. 

Dengan adanya protokol new normal, diharapkan bahwa kinerja lembaga keuangan dan pelaku UMKM bisa pulih secara bertahap. Tentunya, hal ini juga harus didukung dengan kesadaran masyarakat akan produk dan pelayanan berkualitas yang menuntut harga yang juga tinggi.

Hal ini disampaikan pula oleh Trioksa Siahaan selaku Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Jika semua protokol bisa berjalan dengan lancar, perusahaan pembiayaan dapat mengganti produk dan layanannya dengan yang lebih berkualitas. Sehingga dampaknya akan baik bagi kedua belah pihak.