Pinjaman

Dampak COVID19 Ke Bisnis dan Pembiayaan Mobil Bekas

Pandemi global virus COVID19 mempengaruhi sejumlah sektor yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah sektor otomotif. Dalam keadaan seperti ini, daya beli masyarakat di Indonesia pun menurun. Hal ini berpengaruh terhadap penjualan dan pembiayaan mobil bekas. Lebih banyak orang yang memilih untuk menjual mobil mereka ketimbang membeli atau mengajukan pembiayaan mobil. 

Hal ini didukung oleh pernyataan Halomoan Fischer selaku presiden direktur Mobil 88, perusahaan mobil bekas dan anak usaha Astra. Hal ini terjadi karena kebutuhan yang terus meningkat, terutama pada saat pandemi COVID19 ini. Sedangkan pendapatan terkena imbas pandemi virus tersebut, sehingga berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat yang memilih untuk menjual mobil mereka. Selain itu, harga mobil bekas yang dijual pun turut menurun. 

Ia juga menuturkan bahwa kunjungan masyarakat ke showroom berkurang sekitar 60%. Ditambah lagi, kebijakan PSBB membuat sebagian pemilik dealer atau showroom mobil terpaksa menutup tempat usaha mereka secara sementara. Namun, pada saat ini, sebagian orang yang masih memiliki daya beli beralih mencari informasi mengenai mobil bekas ke situs online atau marketplace mobil. 

Beralih Jualan Mobil Online

pembiayaan adalah

Memanfaatkan platform dan channel digital merupakan salah satu alternatif bagi para pemilik usaha di tengah situasi pandemi COVID19 ini. Penyataan ini didukung oleh Angga Adhikresna selaku Digital Marketing Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia), bahwa masyarakat di Indonesia saat ini telah terbiasa melakukan transaksi secara online.

Hal ini karena transaksi online memberikan berbagai kemudahan untuk pembeli. Contohnya, bagi mereka yang ingin mencari informasi seputar spesifikasi, harga, kredit atau pembiayaan mobil bekas ataupun baru, dan lain sebagainya sejelas mungkin hanya berbekal gadget dan internet. Selain itu, kebijakan PSBB yang menganjurkan orang-orang tinggal di rumah juga mendukung adanya transasksi jual beli online. Masyarakat yang membutuhkan mobil untuk menunjang kebutuhan mereka tidak perlu datang ke showroom dan bisa memperoleh informasi via online. 

Angga menuturkan bahwa digital platform telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam transaksi jual beli mobil. Terlebih lagi, harga mobil di tengah pandemi virus ini cukup menurun karena daya beli masyarakat yang berkurang. Namun, bagi mereka yang membutuhkan mobil untuk menunjang usaha mereka, digital platform bisa membantu mereka yang ingin membeli tanpa harus berinteraksi secara langsung. 

Tips Memasarkan Mobil Secara Online

pembiayaan multiguna

Dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa beralih ke platform digital merupakan alternatif bagi Anda yang tengah menjalankan bisnis agar bisnis Anda bisa bertahan. Nah, apabila Anda tengah menjalankan bisnis jual-beli mobil, berikut tips untuk memasarkan mobil dagangan Anda secara online!

Memanfaatkan Situs Marketplace Mobil Terpercaya

Yang pertama, Anda bisa memanfaatkan situs marketplace khusus jual beli mobil. Umumnya, kendaraan yang dijual di situs-situs tersebut sudah mendapatkan verifikasi sehingga terjamin kenyamanan dan keamanannya dalam bertransaksi. Selain itu, Anda juga bisa mencantumkan informasi jelas mengenai kendaraan yang akan dijual melalui deskripsi, serta mencantumkan kelebihan mobil yang Anda jual. 

Penggunaan Keyword dan Deskripsi yang Tepat

Yang kedua, Anda bisa memanfaatkan penggunaan keywords dan deskripsi yang tepat dalam menjual mobil Anda. Anda bisa memanfaatkan penggunaan keyword secara maksimal dalam judul dan deskripsi Anda untuk meraih lebih banyak pembeli. Contohnya ‘beli mobil bekas tahun 20xx murah’. Anda  juga bisa menuliskan deskripsi yang menarik pembeli dan menonjolkan kelebihan mobil jualan Anda. Contohnya ‘kilometer rendah’ ‘irit bensin’ dan lain sebagainya. 

Riset Harga Pasaran Kendaraan 

Yang terakhir, pastikan untuk meriset harga pasaran mobil dagangan Adna. Anda bisa mengecek kondisi kendaraan jualan Anda untuk menawarkan harga yang sesuai. Sehingga Anda bisa menarik pembeli dengan harga yang tidak terlalu mahal atau murah. 

Nah, semoga ulasan diatas dapat membantu bisnis jual-beli Anda bertahan dalam situasi seperti ini, ya.