Bisnis

Diskusi Online Saat Pandemi oleh BFI Finance dan Etanee

bfi finance

Pandemi COVID yang telah melanda selama 3 bulan terakhir ini mempengaruhi sektor bisnis dan ekonomi di Indonesia. Adanya kebijakan PSBB menuntut masyarakat untuk mencari peluang bisnis baru. BFI Finance mendapat kesempatan untuk berdiskusi online bersama dengan founder dan CEO Etanee, Cecep Muhammad Wahyudin. 

Etanee merupakan platform digital dimana masyarakat bisa berbelanja produk bahan-bahan pangan. Platform ini menghubungan pemasok, infrastruktur logistik, dan penjual secara langsung via online kepada pembeli.

Dalam diskusi yang berjudul “Inovasi di Tengah Pandemi? Yuk, Bisa!’’, diskusi ini membahas mengenai ide dan peluang usaha yang bisa dicari oleh masyarakat di tengah pandemi. Baik itu untuk pengusaha maupun pelaku UMKM. Hal ini juga untuk memotivasi masyarakat untuk tetap bertahan dan berinovasi di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu ini. Serta membantu masyarakat beradaptasi dengan kondisi normal yang baru. 

Sudjono selaku Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance berharap bahwa melalui keterbatasan dan ketidakpastian yang ada, masyarakat dapat lebih jeli dalam melihat peluang. Ia juga menambahkan bahwa diskusi online ini diharapkan dapat memberi inspirasi dan masukan bagi masyarakat Indonesia. Sehingga, roda pertumbuhan ekonomi nasional dapat bertumbuh ke arah yang lebih baik. BFI Finance Indonesia juga berharap dalam kondisi pandemi ini dapat selalu memberikan solusi keuangan yang terbaik bagi masyarakat. 

Inovasi di Tengah Pandemi? Yuk, Bisa!

bfi finance adalah

Diskusi online BFI Finance dengan Founder dan CEO Etanee, Cecep Muhammad Wahyudin

Dalam diskusi online tersebut, Cecep Muhammad Wahyudin selaku Founder dan CEO Etanee menuturkan bahwa pelaku usaha harus mampu mengetahui dan membaca situasi dan kondisi yang tengah berkembang di masyarakat. Hal ini diperlukan untuk bertahan dan berinovasi sesuai dengan kondisi terkini. Contohnya, memperhatikan kebutuhan dan perubahan terkini masyarakat.

Menurut Cecep, pelaku bisnis harus memahami dan jeli melihat mana sektor yang tengah mengalami peningkatan atau bisa bertahan dalam pandemi ini. Dengan begitu, mereka bisa memilih produk yang akan dijual dan dipasarkan. Contohnya, sektor yang bisa bertahan pada saat ini ada sektor jasa, kesehatan dan pangan. Sektor-sektor tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan berkembang di saat pandemi ini berlangsung. Dengan menyesuaikan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, peluang yang bisa diambil pun semakin luas sehingga usaha yang Anda jalankan bisa bertahan di masa krisis. 

Selain itu, menurut Cecep, pemanfaatan digital marketing juga turut berperan serta dalam proses mempertahankan bisnis. Terlebih lagi, teknologi membantu para pengusaha untuk meraih lini bisnis yang lebih luas. Apabila pelaku usaha dapat memanfaatkan digital marketing dan teknologi secara maksimal, pembeli bisa mengakses produk dan usaha Anda dengan lebih mudah. Sehingga, kuantitas dan kualitas produk pun harus dijaga demi memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Cecep juga berpesan bahwa jika Anda berniat menjalankan usaha, jangan ragu atau menunda-nunda. Karena, tidak ada jaminan bahwa pandemi ini akan berakhir dalam waktu singkat. Sehingga, yang terpenting adalah berusaha beradaptasi dengan keadaan normal yang baru dan bertahan dalam situasi ini.  

Video diskusi online ini telah tayang di Youtube Channel BFI Finance Official. Yuk, simak versi lengkapnya di video berikut ini!

https://www.youtube.com/watch?v=DLNE35rj8dM