Pinjaman

Hal yang Harus Dipahami Dalam Relaksasi Aplikasi Pinjaman

Pandemi virus COVID19 telah berdampak kepada keadaan ekonomi global, termasuk Indonesia. Salah satu imbasnya adalah beberapa orang kesulitan untuk membayar cicilan aplikasi pinjaman mereka. Pengajuan aplikasi pinjaman uang pun juga lebih sulit untuk disetujui karena perusahaan pembiayaan tidak mau mengambil resiko nasabahnya terkena kredit macet. Disaat seperti ini, beberapa perusahaan leasing memberikan kebijakan bagi nasabahnya untuk mengajukan penangguhan atau relaksasi kredit. 

Akan tetapi, penangguhan kredit hanya berlaku bagi nasabah yang memenuhi syarat dan kriteria yang berlaku. Dengan kata lain, tidak semua nasabah bisa mendapatkan cicilan. Menurut Peraturan OJK (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional, ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang pengajuan kredit bank dan dana pinjaman leasing yang terdampak virus corona. 

Kriteria Nasabah yang Mendapat Keringanan

aplikasi pinjaman uang online

Anda berhak mendapatkan penangguhan kredit apabila Anda memenuhi persyaratan berikut:

  • Debitur dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp 10 miliar dan berprofesi sebagai pekerja informal, pekerja harian atau pemilik UMKM.
  • Periode penangguhan kredit dapat diberikan dalam waktu maksimum 1 tahun. Dalam bentuk keringanan pembayaran cicilan pokok, perpanjangan tenor atau hal lain sesuai dengan kebijakan kreditur. 
  • Kebijakan ini berlaku bagi debitur yang kesulitan memenuhi kewajiban menyelesaikan cicilan aplikasi pinjaman karena terdampak penyebaran COVID-19, baik secara langsung maupun tidak langsung pada sektor ekonomi.

Anda bisa mengajukan keringanan dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi perusahaan pembiayaan dan mengikuti prosedur yang berlaku. Apabila dilakukan secara kolektif misalkan perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing. Pihak kreditur akan menilai apakah Anda bisa mendapat penangguhan kredit melalui riwayat kredit Anda. 

Tidak Perlu Bertatap Langsung Dengan Kreditur

aplikasi pinjaman cepat cair

Apabila Anda berniat mengajukan penangguhan pinjaman, Anda tidak perlu bertatap langsung dengan datang ke perusahaan pembiayaan. Hal ini tentunya untuk mencegah penyebaran virus COVID19. Kebijakan ini pun sudah dihimbau oleh pemerintah setempat, agar masyarakat tetap berdiam di kediaman masing-masing. Anda bisa menghubungi pihak kreditur melalui website atau call centre resmi. 

Tetap Penuhi Tanggung Jawab Anda

aplikasi pinjaman online

Kebijakan penangguhan kredit ini juga akan diawasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menuturkan bahwa stimulus ini diutamakan bagi mereka yang proses pelunasannya terdampak langsung akibat COVID19. Artinya, bagi nasabah yang sebelum pandemi ini histori kreditnya baik lalu menjadi terhambat akibat pandemi tersebut. 

Yang terpenting, pastikan bahwa Anda bertanggung jawab mengenai informasi dan alasan mengapa Anda membutuhkan penangguhan kredit. Sehingga kedua belah pihak debitur dan kreditur sama-sama bertanggung jawab dengan pelunasan aplikasi pinjaman yang ada.