Pinjaman

Investasi untuk Pemula, Alternatif Pinjaman Proses Cepat

Mengajukan pinjaman proses cepat merupakan salah satu alternatif bagi mereka yang membutuhkan dana darurat maupun kebutuhan produktivitas, seperti pinjaman modal usaha. Akan tetapi, pandemi virus Corona yang turut mempengaruhi sektor perekonomian di Indonesia membuat pengajuan pinjaman lebih sulit untuk disetujui untuk saat ini. Hal ini untuk menghindari resiko kredit macet, mengingat banyak sektor dan kegiatan perekonomian yang terhambat akibat virus tersebut. 

Lantas, bagaimana agar mereka yang membutuhkan tetap mendapat pemasukan tambahan?

Salah satu alternatif yang bisa diambil adalah melalui investasi. Memang, hasilnya baru terlihat dalam jangka panjang. Namun tak ada salahnya untuk memulai berinvestasi selagi masih bisa. Dengan demikian, Anda bisa meraih keuntungan finansial dalam 5-10 tahun kedepan. Walaupun begitu, investasi juga harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini karena penyebaran virus corona juga membuat keadaan pasar modal menjadi kurang stabil. 

Untuk itulah penting bagi Anda untuk memahami instrumen investasi yang minim resiko. Hal ini untuk memitigasi kerugian yang besar terhadap investasi dan keuangan Anda. Terlebih lagi jika Anda baru pertama kali atau pemula dalam berinvestasi. Berikut sejumlah instrumen investasi yang minim resikonya bagi Anda. 

pinjaman cepat cair

Emas

Bagi Anda yang baru pertama kali berinvestasi, emas merupakan salah satu instrumen yang minim resiko. Hal ini karena harga emas yang ada di pasaran tergolong stabil. Sehingga jika harga saham sedang menurun, kerugian yang Anda dapatkan tidak terlalu besar. Bahkan, harganya cenderung naik. 

Semakin banyak uang yang disediakan, maka Anda bisa memperoleh gram emas yang semakin besar. Investasi emas bisa berupa emas ANTAM, bentuk fisik (batangan), atau di platform online berupa value. Kuncinya adalah memantau harga emas secara berkala, serta membeli emas di tempat yang terpercaya. 

Surat Utang Negara

Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi merupakan surat yang diterbitkan oleh pemerintah untuk WNI dalam rangka membiayai program pembangunan pemerintah. Karena dikeluarkan oleh pemerintah, maka kondisinya cenderung stabil dan tetap menghasilkan keuntungan apabila keadaan negara baik-baik saja. 

Bagi Anda yang pemula, Anda bisa menyetorkan mulai dari Rp1 juta dan akan mendapat imbalan berupa bunga. Selain mendapat keuntungan, Anda juga turut berperan serta dalam membangun negara. Instrumen ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan disimpan hingga tenor yang ditentukan oleh pemerintah. Keuntungan lainnya adalah, bunga dan capital gain akan dibayarkan kepada investor dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar. 

KPR Jangka Pendek

Instrumen investasi lain yang bisa Anda pilih adalah investasi di sektor properti untuk jangka pendek. Beberapa hunian bahkan mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga harganya cukup terjangkau. Anda bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai langkah awal. Anda bisa menginvestasikan hunian tersebut untuk dikontrakan dalam jangka waktu beberapa bulan atau tahun. Pilihlah lokasi yang strategis dan tentukan biaya sewa yang terjangkau, namun tetap cukup untuk menutupi biaya yang telah dikeluarkan untuk properti tersebut. 

Nah, itulah beberapa instrumen investasi yang bisa Anda manfaatkan dengan resiko yang minim. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat bagi rencana jangka panjang Anda, ya.