Tak Berkategori

Kebiasaan Buruk Berkendara yang Harus Ditinggalkan

Kendaraan merupakan kebutuhan tersier yang digunakan untuk menunjang kehidupan banyak orang. Bahkan kendaraan baik mobil dan motor sudah bergeser menjadi kebutuhan primer untuk sebagian orang. Selain membantu dalam mobilisasi, kendaraan juga bisa digunakan sebagai salah satu sumber mata pencaharian. 

Dengan banyaknya jumlah kendaraan di jalan, bukan berarti semua pengendara menaati peraturan dan mengendarai kendaraan dengan tertib dan benar. Berikut beberapa kebiasaan buruk pengendara yang sering dilakukan, apakah Anda pernah melakukan salah satunya? 

Menerobos lampu merah 

Perilaku berkendara ini merupakan perilaku yang tidak patut untuk dicontoh. Pasalnya, dengan menerobos lampu merah, Anda bukan hanya mencelakakan diri sendiri melainkan juga orang lain yang melintasi jalan dari arah berbeda. 

Menaati lalu lintas dapat menurunkan risiko celaka sekaligus melatih kesabaran. Dengan menaati rambu lalu lintas, Anda juga sudah berkontribusi untuk memberi jalan bagi pejalan kaki yang hendak menyebrang. 

Mengabaikan garis jalan 

Marka atau garis jalan juga sering diabaikan oleh pengendara motor maupun mobil. Perlu diketahui bahwa garis jalan yang memiliki pola garis lurus tanpa putus-putus memiliki arti bahwa pengemudi tidak boleh memotong jalan atau menyalip kendaraan menggunakan jalur di sebelahnya. Namun, tak sedikit orang yang justru malah mengabaikannya. 

Garis ini juga perlu diperhatikan agar tidak menyerempet kendaraan dari jalur yang berlawanan. Sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisir. 

Bermain ponsel 

Yang berikutnya adalah kebiasaan yang bahaya namun sering dilakukan oleh sebagian orang. Bermain ponsel seperti menerima telepon, membalas pesan singkat, merekam video, ataupun berfoto saat berkendara juga perlu dihindari. 

Selain dapat menghilangkan fokus, bermain ponsel saat berkendara saat ini sudah diatur dalam pasal 106 ayat UU no.22 tahun 2009 terkait aturan berkendara harus dalam kondisi fokus dan konsentrasi. Bagi yang melanggarnya bisa terkena pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu. 

Salah menggunakan arah lampu sein 

Lampu sein merupakan salah satu kompartemen dari kendaraan yang berguna untuk menandakan bahwa kendaraan yang dikemudikan akan berbelok. Penggunaan lampu sein harus sesuai dengan arah berbelok karena salah mengarahkan lampu sein dapat berakibat fatal yang membahayakan diri dan orang lain. 

Dengan aman dan patuh berkendara, Anda sudah menurunkan risiko kecelakaan di jalanan. Kendaraan yang masih mulus atau terjaga dengan baik memiliki nilai yang tinggi saat dijual atau dijaminkan, lho. Untuk Anda yang sedang membutuhkan tambahan dana akhir tahun, Anda dapat menjaminkan BPKB kendaraan mobil dan motor Anda di BFI Finance. 

Mengajukan pinjaman jaminan BPKB motor dan BPKB mobil di BFI Finance prosesnya mudah, cepat, dan terpercaya. Ditambah, BPKB belum balik nama dan pajak mati bisa dibantu. 
Klik di sini untuk pengajuan!