Tak Berkategori

8 Mitos Keuangan yang Ada di Masyarakat, Pernah Dengan Salah Satunya?

Mitos Keuangan

Mitos keuangan barangkali sudah sering Anda dengar belakangan ini. Baik yang bersumber dari orang terdekat maupun jejaring sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya.

Kata mitos atau mite sendiri dapat diartikan sebagai kisah masa lampau berceritakan tentang alam semesta dan dianggap benar-benar nyata bagi pemilik cerita maupun mereka yang mempercayainya. Dengan kata lain, mitos adalah sebuah kepercayaan yang dianggap nyata namun belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Apa saja mitos keuangan yang seringkali muncul dan beredar di masyarakat sejak dulu hingga saat ini? Mari kita simak macam-macam mitos keuangan sebagai berikut.

Macam Mitos Keuangan

Membahas mengenai mitos keuangan, tentunya tidak terlepas dari cara mengelola keuangan (money management), menabung (saving), sampai dengan berinvestasi (investing). Seperti yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber, berikut ini macam mitos keuangan yang ada.

  1. Menabung Seharusnya Dilakukan Dalam Jumlah Besar

Menabung bukanlah soal banyak atau sedikit, melainkan tentang konsistensi dan komitmen. Sebab, berapapun itu nominal yang Anda tabung, selagi Anda rutin melakukannya secara terus menerus, maka jumlah yang terkumpul akan bernilai banyak.

Pastikan juga Anda mengetahui tujuan Anda menabung. Jangan sampai Anda justru fokus menabung tanpa tahu tujuan pasti yang hendak diraih. Dan yang tidak kalah penting, pastikan untuk menabung di lembaga keuangan terpercaya.

  1. Kartu Kredit Bikin Boros

Mitos keuangan mengenai “kartu kredit bikin boros” barangkali sudah sering Anda dengar. Banyak orang berpendapat jika kartu kredit mampu membuat seseorang sulit untuk mengatur keuangannya bahkan terjerat hutang.

Nyatanya, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Boros atau tidaknya seseorang saat memiliki kartu kredit, ditentukan dari kebiasaan serta pola pikir yang ada.

Misalnya, jika orang tersebut beranggapan memiliki uang yang tidak terbatas dari adanya kartu kredit lalu bisa membelanjakannya sesuka hati tanpa menimbang kesanggupan untuk melunasi cicilan, tentu pemikiran ini akan membawa malapetaka di kemudian hari.

Lain halnya jika orang tersebut dengan bijak menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan mendesak dan berkomitmen untuk melunasi cicilan sebelum masa jatuh tempo.

  1. Investasi Banyak Resikonya

Dewasa ini banyak orang yang sudah sadar akan pentingnya berinvestasi selain menabung. Bukan hanya karena besaran return yang didapat, namun pentingnya akan perencanaan masa depan untuk hidup yang lebih baik.

Sayangnya, masih terdapat banyak orang yang percaya dengan mitos keuangan ini dan jika investasi cenderung memberikan risiko yang tinggi dan sepatutnya dihindari.

Padahal, risiko yang ada bisa dengan mudah kita minimalisir dengan literasi keuangan yang cukup serta melakukan cross-check secara teliti sebelum benar-benar memilih produk investasi.

Jangan sampai Anda mudah tergiur dengan iming-iming high return yang ditawarkan dari investasi bodong yang marak beredar dimana-mana.

  1. Investasi Properti Merupakan Investasi Terbaik

Ada berbagai instrumen investasi yang bisa Anda pilih. Dari berbagai instrumen tersebut, terdapat satu jenis instrumen yang dipercaya sejak turun temurun sebagai instrumen terbaik yaitu investasi properti.

Realitanya, setiap instrumen investasi yang ada tidak terlepas dari risiko. Tak terkecuali pada investasi properti dimana Anda perlu melakukan sederet perawatan untuk menjaga properti yang ada agar tetap bagus. Jika tidak telaten, bukan tidak mungkin nilai jual yang ada justru turun dan bukannya untung Anda malah buntung.

Di sisi lain, investasi properti membutuhkan modal yang sangat besar di awal pembelian serta berisiko terjual murah jika sewaktu-waktu Anda dihadapkan dengan kondisi keuangan yang mendesak dan harga pasar sedang turun.

  1. Lebih Baik Membeli Daripada Menyewa

Sering kali mitos keuangan ini terbesit dalam benak orang-orang dan beranggapan ‘percuma’ untuk menyewa ketimbang benar-benar membeli dan memilikinya.

Padahal, menyewa tidak sepenuhnya salah. Kembali lagi kepada kebutuhan dan kondisi keuangan tiap individunya. Ada orang yang merasa butuh suatu benda atau tempat hanya dalam kurun waktu singkat.

Pada kasus ini, jika orang tersebut memaksakan diri untuk membeli, boleh jadi apa yang mereka beli akan sangat jarang digunakan atau istilahnya mubazir.

  1. Tidak Perlu Membuat Anggaran Keuangan Selama Tahu Uang yang Ada Digunakan Untuk Apa

Mitos keuangan yang satu ini mungkin sudah sering diaminkan oleh banyak orang. Namun, tahukah Anda jika hal tersebut terus menerus dibiarkan akan menjadi bencana untuk diri kita sendiri?

Tanpa adanya anggaran keuangan, akan sulit bagi Anda untuk mengetahui dengan pasti berapa besaran pengeluaran tiap bulannya. Anda juga akan kesulitan mengatur perencanaan keuangan untuk masa depan. Dan tanpa Anda sadari, waktu berlalu begitu cepat tanpa sempat Anda menyisihkan sebagian uang untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

Oleh karenanya, mulailah sejak dini untuk membuat anggaran keuangan dan rencanakan apa saja keinginan yang akan diwujudkan. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari.

  1. Menabung Untuk Dana Pensiun Nanti Saja Kalau Sudah Banyak Uang

Seperti halnya membuat anggaran dana, menabung untuk dana pensiun pun sama pentingnya dan bisa Anda lakukan sedini mungkin.

Ini bukan persoalan banyak atau sedikitnya penghasilan yang Anda miliki, melainkan sejauh mana kepedulian Anda terhadap masa yang akan datang.

Tidak harus banyak, Anda bisa memulainya dengan nominal uang yang kecil namun konsisten dilakukan tiap bulannya. Usahakan untuk memisahkan dana pensiun dengan rekening pengeluaran agar tidak terpakai tanpa sengaja.

  1. Jangan Berhutang

Mitos keuangan yang terakhir yaitu anggapan bahwa berhutang adalah sesuatu yang buruk dan sudah sepatutnya dihindari. Nyatanya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

Sebab, ada jenis hutang yang justru bisa membawa keuntungan. Salah satunya yaitu pinjaman modal usaha. Dengan adanya pinjaman ini, Anda bisa memulai usaha maupun memperluas usaha yang ada.

Baca Juga: Jenis Hutang dan Waktu yang Tepat Untuk Berhutang

Cara Mengelola Keuangan Dengan Bijak

Setelah Anda mengetahui beberapa mitos keuangan yang ada, kini Anda bisa lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dengan cara-cara berikut ini.

Image Source: Freepik/Krishna Tedjo
  1. Buat Perencanaan Keuangan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan dalam mengelola keuangan yakni dengan membuat perencanaan keuangan.

Tentukan tujuan secara terperinci apa saja yang ingin Anda raih dan bagaimana cara meraihnya. Anda juga bisa menyematkan langkah alternatif bilamana cara pertama tidak berhasil.

  1. Catat Segala Pengeluaran yang Ada

Mencatat segala pengeluaran yang ada merupakan salah satu langkah bijak dalam mengelola keuangan. Ini dimaksudkan untuk memenangkan pengeluaran yang tidak perlu sehingga Anda bisa fokus pada tujuan utama.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Cerdas dan Tepat

  1. Siapkan Dana Darurat

Kebutuhan mendesak bisa menimpa siapa saja. Agar cashflow yang Anda miliki tidak terganggu, penting bagi Anda untuk menyiapkan dana darurat.

Besaran dana darurat sangat bervariatif, tergantung dari kondisi Anda. Namun umumnya, dana darurat yang dimiliki berkisar 3-6 bulan dari besaran pengeluaran yang Anda miliki.

Baca Juga: Dana Darurat: Pengertian, Manfaat, dan Tips Mempersiapkan Dananya

  1. Mulai Berinvestasi

Berinvestasi sangatlah penting untuk masa depan Anda. Sesuaikan instrumen investasi yang ada dengan kesanggupan serta risikonya. Pastikan untuk memilih investasi legal dan pelajari produknya secara mendetail.

  1. Jika Memungkinkan, Tambah Sumber Pemasukan

Bergantung pada satu sumber pemasukan memang tidak salah. Meskipun begitu, akan lebih baik jika Anda memiliki tambahan penghasilan. Hal ini dimaksudkan agar tujuan Anda lebih cepat tercapai.

Contoh kecilnya Anda ingin segera memiliki dana darurat atau tabungan untuk membeli rumah. Jika Anda hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, tentu estimasi waktu yang ada akan cukup lama. Lain halnya jika Anda memiliki tambahan penghasilan, pastinya proses yang ada akan berjalan lebih cepat.

Salah satu cara mendapatkan sumber penghasilan yakni dengan membuka usaha sendiri. Ada banyak jenis usaha yang bisa Anda pilih dan jika Anda kekurangan modal usaha, Anda tidak perlu khawatir untuk mengajukan pinjaman ke perusahaan pembiayaan terpercaya seperti BFI Finance.

BFI Finance telah berdiri sejak tahun 1982 dan menjadi Perusahaan Pembiayaan pertama di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. 

Cukup dengan mengajukan pinjaman jaminan BPKB kendaraan atau sertifikat rumah, Anda bisa mendapatkan pinjaman dana untuk beragam jenis kebutuhan. Mulai dari modal usaha, biaya pendidikan, sampai dengan gaya hidup.

Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di tautan berikut ini.

Jaminan BPKB Mobil

Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

Jaminan BPKB Motor

Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

Mitos keuangan mana yang pernah Anda dengar sebelumnya? Pastikan untuk tidak langsung menelan segala informasi yang ada secara mentah-mentah, ya!

Nantikan artikel menarik lainnya hanya di BFI Blog.